Tips Menulis:
Jenis Tulisan dan Strukturnya
Berikut beberapa tips yang bisa menambah referensi sahabat penulis
ketika akan menulis berdasarkan jenis tulisan. Dalam tips berikut diberikan
juga penjelasan untuk menghindari bias di dalam tulisan yang kita susun.
1.
Tulisan ilmiah
Tulisan ilmiah memerlukan
kalimat tesis, premis, dan hipotesis yang kuat barulah bisa dibuatkan kerangka
berpikir untuk diuraikan lagi dalam beberapa bab dengan riset mendalam.
Metodologi penelitian dan deviasi mesti bisa diuraikan dengan jelas, bahkan kalau
perlu dikuantifikasikan. Biasanya, tulisan-tulisan ilmiah ini termasuk
disertasi, tesis, skripsi, dan artikel-artikel dalam jurnal-jurnal ilmiah.
Kekuatan, ketajaman, dan
kejernihan berpikir sangat menentukan hasil akhir yang agak "berat"
dan "datar" karena segala macam unsur subjektif harus diminimalkan,
terutama yang akan menimbulkan logika yang miring. Tulisan macam ini adalah
tulisan yang berdasarkan pikiran. Bias diminimalisasi sedemikian rupa dengan
pengujian-pengujian hipotesa dan segala macam tes logika yang miring. Tulisan
ini mengandalkan pikiran, hampir tanpa unsur perasaan alias subjektifitas,
kecuali dari bias latar belakang penulisnya dan ilmu yang dipelajarinya.
2.
Tulisan opini
Ini semi-semi ilmiah, namun unsur subjektifnya besar karena penulis
bebas memasukkan sudut pandang dari hatinya sendiri. Struktur tulisan-tulisan
opini biasanya dimulai dengan introduksi yang bisa juga berbentuk kalimat tanya
atau suatu asumsi. Kesimpulannya gampang saja, tinggal menjawab pertanyaan di
paragraf awal atau mengiyakan/menyangkal asumsi. Tubuh artikelnya yang lebih
memerlukan banyak data dan pengolahan pikiran.
3.
Tulisan jurnalistik
Untuk jenis tulisan yang satu ini, saya belajar di Amerika Serikat
sehingga standar yang dipakai adalah standar The Associated Press. Intinya
kedengaran cukup mudah: paragraf-paragraf disusun berdasarkan kepentingan.
Semakin penting informasinya, ditaruh semakin atas. Semakin tidak penting dan
bisa dengan mudah disingkirkan tanpa mengubah arti dan kredibilitas reportase,
akan ditaruh semakin di bawah. Tujuannya apa? Supaya menghemat waktu editing.
Penulisan reportase macam ini biasanya tidak memasukkan
unsur-unsur subjektif, kecuali bias alami berdasarkan latar belakang penulisnya
atau media yang diwakilinya. Dari membaca artikelnya sendiri, biasanya hampir
tidak ada bias yang bisa ditarik secara eksplisit.
4.
Tulisan jurnalistik "feature"
Nah, yang satu ini sepertinya sudah diajarkan di bangku sekolah.
Mudah saja: pengantar, tubuh, dan kesimpulan. Pengantarnya bisa bentuk
ringkasan dari tubuh artikel, bisa juga kalimat tesis, atau apa saja, termasuk
kutipan yang mewakili isi dari tubuh artikel. Tubuh artikelnya juga bisa
berbentuk cerobong, piramida terbalik, maupun pipa. Tulis saja seindah dan
sesubjektif yang Anda mau. Tidak begitu banyak aturannya.
5.
Tulisan ngepop, seperti untuk blogging atau "review"
pendek.
Idealnya tetap ada pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Namun, kalau
tidak cukup tempat saking singkatnya, cukup menuliskan beberapa ide pokok saja.
Tidak perlu bertingkat kalau memang tidak memungkinkan. Jelas subjektifitas
sangat tinggi dan Anda bisa memuji/mencaci dengan tanpa banyak halangan.
Bagaimana Menulis dengan Efektif
Seperti
halnya proses produksi lainnya, menulis juga memerlukan teknik tertentu.
Sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik, bermanfaat, dan enak dibaca.
Teknik
menulis jenis tulisan yang satu dengan lainnya itu berbeda. Berikut teknik
menulis secara umum yang dapat dipakai untuk membuat sebuah tulisan.
1. Menentukan Jenis Tulisan
Hal
ini perlu dilakukan lebih dahulu karena akan berpengaruh pada hal-hal yang
perlu diperhatikan selanjutnya dalam teknik menulis. Untuk menulis cerita anak,
tentu tekniknya akan berbeda dengan menulis puisi, menulis renungan, atau
menulis kesaksian.
2. Mempertimbangkan Pembaca
Ingatlah para pembaca Anda. Hal ini adalah salah satu metode agar tulisan Anda dibaca oleh pembaca. Berikan sesuatu yang mereka butuhkan, yang mendidik, memberi informasi, maupun yang menghibur mereka.
Ingatlah para pembaca Anda. Hal ini adalah salah satu metode agar tulisan Anda dibaca oleh pembaca. Berikan sesuatu yang mereka butuhkan, yang mendidik, memberi informasi, maupun yang menghibur mereka.
3. Berorientasi pada Publikasi
Jangan lupakan yang satu ini. Selain memertimbangkan pembaca, berorientasi pada publikasi akan menolong Anda untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Anda juga dapat mempelajari tulisan seperti apa yang diinginkan suatu media tertentu jika Anda tahu ke mana tulisan Anda akan dipublikasikan.
Jangan lupakan yang satu ini. Selain memertimbangkan pembaca, berorientasi pada publikasi akan menolong Anda untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Anda juga dapat mempelajari tulisan seperti apa yang diinginkan suatu media tertentu jika Anda tahu ke mana tulisan Anda akan dipublikasikan.
4. Menentukan Tema dan Mencari Ide
Tulisan
Dari tema yang sudah Anda tentukan, munculkan ide-ide yang baru dan menarik. Untuk menunjang ide-ide Anda, lakukan persiapan-persiapan bahan, bahkan riset sehingga tulisan Anda semakin akurat.
Dari tema yang sudah Anda tentukan, munculkan ide-ide yang baru dan menarik. Untuk menunjang ide-ide Anda, lakukan persiapan-persiapan bahan, bahkan riset sehingga tulisan Anda semakin akurat.
5. Mengembangkan Ide
Jika tema dan ide sudah ditentukan, teknik selanjutnya adalah mengembangkannya. Ide tidak akan menjadi sebuah tulisan jika Anda tidak mengembangkannya. Kembangkan ide Anda dalam kalimat-kalimat sehingga dapat dipahami oleh pembaca.
Jika tema dan ide sudah ditentukan, teknik selanjutnya adalah mengembangkannya. Ide tidak akan menjadi sebuah tulisan jika Anda tidak mengembangkannya. Kembangkan ide Anda dalam kalimat-kalimat sehingga dapat dipahami oleh pembaca.
6. Memerhatikan Unsur-Unsur Tulisan
Dalam mengembangkan ide, perlu diperhatikan pula unsur-unsur tulisan. Pakailah kata dan kalimat yang efektif. Sehingga pembaca tidak akan bingung dengan pemaparan ide Anda. Namun, unsur tulisan ini juga perlu memerhatikan jenis tulisan yang akan Anda buat. Dalam menulis puisi, tentunya Anda tidak perlu bingung apakah kalimat Anda efektif atau tidak.
Dalam mengembangkan ide, perlu diperhatikan pula unsur-unsur tulisan. Pakailah kata dan kalimat yang efektif. Sehingga pembaca tidak akan bingung dengan pemaparan ide Anda. Namun, unsur tulisan ini juga perlu memerhatikan jenis tulisan yang akan Anda buat. Dalam menulis puisi, tentunya Anda tidak perlu bingung apakah kalimat Anda efektif atau tidak.
7. Menciptakan Gaya Tulisan
Buatlah gaya Anda sendiri. Jangan meniru gaya tulisan orang lain. Hal ini memang tidak mudah bagi pemula, apalagi kalau Anda memunyai penulis yang Anda idolakan. Biasanya gaya menulis Anda akan terpengaruh olehnya. Namun jangan putus asa, dengan latihan terus-menerus, akhirnya Anda bisa menciptakan gaya Anda sendiri.
Buatlah gaya Anda sendiri. Jangan meniru gaya tulisan orang lain. Hal ini memang tidak mudah bagi pemula, apalagi kalau Anda memunyai penulis yang Anda idolakan. Biasanya gaya menulis Anda akan terpengaruh olehnya. Namun jangan putus asa, dengan latihan terus-menerus, akhirnya Anda bisa menciptakan gaya Anda sendiri.
8. Menguasai EyD
Meskipun ada seorang editor yang akan mengedit tulisan Anda, seorang penulis sebaiknya juga menguasai ejaan yang disempurnakan dengan baik. Bagaimana memakai tanda baca, memakai kata dan kalimat baku, menggunakan awalan maupun kata depan, dan lain sebagainya, lebih baik dikuasai karena hal tersebut akan menunjang tulisan Anda nantinya.
Meskipun ada seorang editor yang akan mengedit tulisan Anda, seorang penulis sebaiknya juga menguasai ejaan yang disempurnakan dengan baik. Bagaimana memakai tanda baca, memakai kata dan kalimat baku, menggunakan awalan maupun kata depan, dan lain sebagainya, lebih baik dikuasai karena hal tersebut akan menunjang tulisan Anda nantinya.
9. Melakukan Swasunting
Editing bukan semata-mata tugas editor. Penulis yang baik juga melakukan tugas editing untuk tulisannya sendiri. Setelah Anda menyelesaikan tulisan Anda, lakukan swasunting untuk memerbaiki tata bahasa kalimat dalam tulisan Anda. Swasunting ini tidak hanya berlaku bagi pemula, semua penulis hendaknya melakukannya.
Editing bukan semata-mata tugas editor. Penulis yang baik juga melakukan tugas editing untuk tulisannya sendiri. Setelah Anda menyelesaikan tulisan Anda, lakukan swasunting untuk memerbaiki tata bahasa kalimat dalam tulisan Anda. Swasunting ini tidak hanya berlaku bagi pemula, semua penulis hendaknya melakukannya.
Kunci
dari cara menulis di atas adalah berlatih menulis terus-menerus. Karena
keterampilan menulis tidak dapat diperoleh secara instan, namun memerlukan
latihan dan ketekunan yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang penulis yang
andal. Selamat menulis.

Komentar
Posting Komentar